Artikel ini berbahasa Indonesia.
Manusia Malam
Berapa hari ini... sering kepikiran.
Akankah masih kerja di bidang ini dalam jangka waktu panjang ke depan ya?
Beberapa hari lalu, keluar kota — dua kali, dalam sebulanan — dan harus menyesuaikan dengan jadwal manusia normal — yakni beraktivitas di siang hari, dan istirahat di malam hari. Overall, keluar kota terakhir agak... frustrating sebenernya. Aku anaknya planner, dan ga suka yang plin-plan-plin-plan. Di Padang, beberapa kali harus berhadapan dengan situasi yang penuh plin-plan-plin-plan dan ngerusak plan, jadinya... kacau balau. Bahkan rugi dari uang dan waktu juga jadinya. Tapi... mungkin ada hikmahnya dari pengalaman ini.
Hari ini...
— Adli • Streamer, Content Creator (@Adli_HM) August 3, 2026
Waktu membatalkan plan-ku lagi.
Seharusnya A, dibatalkan, dan sekarang jadi B.
Banyak kerugian, tapi... Apa ya hikmahnya?
Berapa minggu lalu sebenarnya juga ke Padang, dan penyesuaian jadwalku — yang notabene lebih aktif di malam — biar teratur kembali, itu susahhhhh sekali. Butuh seminggu lebih, bahkan dua minggu untuk menyesuaikan diri lagi ke jam "badan" yang tepat. Kali ini, seminggu sudah kembali dari Padang, dan badan ini masih belum menyesuaikan diri...
Sebelumnya, badan ini sudah menyesuaikan ke jam rutinitas. Jam 1 an siang sudah tidur, dan jam 7 malam sudah bangun. Rutin, dan kehidupanku mulai membaik dan "sehat". Kini, sejak kembali dari Padang berapa hari lalu... Badanku masih belum menyesuaikan diri. Jam 3 atau 4 sore masih bangun, dan belum bisa tidur dengan baik. Kadang jam 9 bangun masih capek, atau bahkan sampai jam 11 atau 12 malam, baru bisa dibilang "fit".
Renungan
Mengingat susahnya menyesuaikan jadwal, jika ada kegiatan di pagi-sore hari seperti ini... hm... jadi kepikiran.
Sebenarnya beberapa bulan ke belakang sudah mulai banyak hal-hal baik yang terjadi. Mulai banyak tawaran, projek, uang masuk, bisnis mulai berkembang lagi, dan semacamnya. Means... things are getting better, overall. Dan meskipun masih harus was-was kalau ga ada uang pegangan yang cukup — seperti saat ini — tapi overall semacam ada perasaan "optimis". Kadang ada donasi yang masuk, kadang ada projek, dan semacamnya. Dari segi viewers juga terkesan stabil. Ada di angka belasan, bahkan bisa dua puluhan. Kadang di hari yang kurang baik, bisa turun ke lima atau tujuh, tapi overall masih oke... So... overall everything is getting better.
Hanya saja... beberapa hari ini jadi kepikiran...
Sebenarnya nyaman dengan jadwal saat ini. Dari dulu memang lebih prefer jam-jam malam hingga pagi/siang, karena lebih sedikit gangguan baik dari ribut-ribut, cuaca panas, adzan yang sedikit — cuma Subuh, dan kadang Dzuhur — jadi lebih sedikit break, dan sebagainya. Cuma... jadi kepikiran.
Dengan jadwalku yang lebih banyak di malam hari seperti ini, dan lebih aktif di malam hari, dan penonton sebanyak ini... Apakah akan tetap bekerja di bidang ini ya dalam jangka panjang ke depan?
Bagaimana jika nanti ada kemungkinan untuk keluar kota lagi?
Bagaimana jika pindah jam ke pagi-siang/sore lagi?
Bagaimana jika sebaiknya memang ada baiknya di jam malam ini saja ke depan?
Apakah karir di bidang ini "oke" ke depannya?
Apakah ada bedanya diri ini dibanding streamer/content creator/writer lainnya?
Apakah ada titik akhirnya dari karir ini nantinya?
Menjawab Keraguan
Sebenarnya... menjawab beberapa pertanyaan di atas sih bisa ya.
Ada kemungkinan keluar kota lagi dalam waktu dekat... atau jauh?
Mungkin tidak ya.
Urusan dengan adik yang baru masuk kuliah sudah selesai semua urusannya.
Beli rumah di Padang atau survey rumah baru? Mimpi kayaknya dengan kondisi keuangan yang megap-megap gini.
Mau ke Tokyo menghadiri Tokyo Game Show 2026? Halu ini mah. 25-30 juta uang dari mana 🤣
Bagaimana jika pindah jam ke pagi-siang/sore lagi?
Bagaimana jika sebaiknya memang di jam malam ini saja ke depan?
Dulu, sebenarnya pernah coba pindah ke pagi-siang/sore. Dan... kurang oke kayaknya. Break-nya banyak, dan penonton yang di malam, komplain pindah ke malam aja... and I'm back.
Sebenarnya dari segi angka-angka dari jam 7 atau 8 pagi sampai jam 5-an sore itu... oke. Angka viewernya lebih stabil di angka belasan hingga dua puluhan... mungkin karena ini jam-jamnya orang kerja secara normal ya.
Tapi di sisi lain, banyakkkkk sekali kendalanya. Breaknya banyak, belum kalau gerah, belum lagi ribut-ribut, dan semacamnya.
Apakah karir di bidang ini "oke" ke depannya?
Untuk ini... aku ga yakin mau jawab apa.
Apakah rasanya sukses? Well... kinda.
Kalau dibandingin dengan streamer atau content creator yang "kecil" atau skala yang setara, mungkin bisa dibilang "sukses" ya.
Ada koneksi dengan PR, Developers, Publishers, dan bisa dapat "key game" untuk cover/main gim gratis. Which is... ga semua orang bisa mungkin sampai di titik ini ya.
Kadang juga ada paid coverage, jadi bisa dibilang... "sukses".
Viewers juga kadang bisa dibilang... antara bercanda atau mungkin "serius", bilang panutan, streamer besar, dan semacamnya...
But I don't think I reached that level yet.
Mungkin karena aku mikir stabil di angka 30-50-an itu baru bisa dibilang "besar" ya. Atau mungkin saat kebutuhan bulanan sudah tidak perlu was-was lagi, baru bisa dibilang "besar". Dengan kondisi saat ini... rasanya belum.
So... maybe okay, meskipun progressnya lambat tapi stabil...
Apakah ada bedanya diri ini dibanding streamer/content creator/writer lainnya?
Hm... Ada.
Tau dan sadar diri, kalau diri dan brandingan-nya... "beda" dengan streamer/content creator/writer lain.
Tapi somehow juga ga tau apakah diri ini jadinya terlalu idealis, atau justru malah ngebangun branding yang membedakan diri ini dengan streamer/content creator/writer lainnya...
Apakah ada titik akhirnya dari karir ini nantinya?
Maybe, there is.
Sebenarnya diri ini kayaknya "cuma" berkembang di Twitch. Itu pun ga se-berkembang itu rasanya. Viewers lama ada yang datang, ada yang pergi, ada yang bertahan, dan tetap setia... Viewers baru pun kadang-kadang datang dan muncul... Which is nice, tapi ga bisa dibilang "berkembang" banget. Atau mungkin bisa dibilang berkembang, tapi... lambat. Which is probably also nice.
Di sisi lain, di platform lain, sebenarnya ga bisa dibilang "hidup" kok. TikTok jalan, Instagram jalan, YouTube jalan, Facebook jalan, BiliBili jalan, situs PRISM ini pun jalan. Tapi... ga tau. Dibilang jalan, ya jalan. Tapi dibilang berkembang... Hmm... Seems died out already.
So... mungkin titik akhirnya saat sudah tidak ada yang nonton atau membaca lagi dimana-mana ya...
Closing
Kayak nyanyian Chintya Gabriella di atas... Nikmati Perjalanannya. Saat itu, tiba-tiba menemukan lagu ini di Spotify, dan liriknya sesuai perasaan dan perjalanan karir saat itu. Mungkin memang belum waktunya... Mungkin memang perjalannya seperti itu...
So mungkin... daripada terus-terusan kepikiran... mungkin dengan menulis seperti ini bisa menghilangkan pikiran ini dari kepala sementara dan... mungkin memang seharusnya menikmati perjalanan yang sudah berjalan selama empat tahunan ini...