Angsa yang berbeda dengan angsa lainnya.
Angsa yang berbeda dengan angsa lainnya.
Foto oleh Evgeniy Beloshytskiy di Unsplash.
Artikel ini berbahasa Indonesia.

Pengantar

Pengantarnya ga perlu panjang-panjang lebar kayaknya. Cuma pingin nulis aja... Hal-hal yang telah terjadi sejak aku memberi batasan ke diri sendiri.

Batasan

Ilustrasi Judgement (tarot card).
Gambar via Wikipedia.
Kredit: Pamela Colman Smith, lisensi Public domain.

Awal Juni, mungkin karena udah fed-up, atau mungkin memang tiba-tiba kepikiran aja, atau mungkin karena udah ngeliat sejak lama dan masih nahan-nahan-nahan-nahan, dan akhirnya sampai di titik "cukup". Sebenarnya udah kerasa sejak lama sih. Dan beberapa kali juga komplain di stream. Tapi kayaknya titik puncaknya di awal Juni ini. Kalau dulu, mau di-notice atau tidak, gas semua.

Yes, kindness goes a long way. But being kind in every situation without standing up for yourself? That's practically just being foolish.
Iya, tau kalau diri ini basically outsider, yang memulai semua dari nol, bahkan bisa dibilang ga ada koneksi sama sekali. Ga ada background pula. Ga ada hubungan sama gim, film, drama, musik, anime, dan sebagainya. Tiba-tiba aja tuh nongol. Sape lu?

Nah karena tau diri dan tau posisi diri, jadi dari awal Juni, sudah memberi batasan. Unless I reach out, fill out a form, request it, or get reached out to first, I'm not gonna do it. Di hari yang sama, menghapus banyak sekali demo-demo dan playtest dari SSD, dan jadinya banyak sekali kosongnya ruang penyimpananku 🤣

Projek-Projek Baru!

Ilustrasi The Sun (tarot card).
Gambar via Wikipedia.
Kredit: Pamela Colman Smith, lisensi Public domain.

Nah seperti biasa... Kering ya. Ga banyak projek... Ga banyak playtest berbayar... Ga banyak juga promosi berbayar dari studio atau publisher... Donasi kadang masuk... Tapi ya normal lah ya... Kadang banyak... Kadang tidak banyak... Ya... Biasa.

Somehow, berapa hari setelah ngasi batasan diri tadi... Masuk beberapa projek baru 👀 Ada request berbayar... Ada projek dari luar negeri yang sama sekali bukan hal yang biasanya dikerjakan... Dan bayarannya lumayan 👀

Kayak... Semesta itu ngasi kayak ngasi arahan...

"Elu tu mending keluar deh. Samudra di luar lebih luas."
So... Setelah mempertimbangkan berhari-hari... Bayarannya lumayan banget, bisa memenuhi seperenam hingga seperlima kebutuhan bulanan... Tapi agak bingung, karena beneran di luar zona nyaman yang biasa dikerjakan. Nah sembari masih mempertimbangkan... Ternyata, ada pembaruan, dan nilainya malah naik dari sebelumnya. Dari seperenam, jadi sepertiga atau setengah. Wah! Bahkan ada yang kayaknya bisa dikerjakan, dan ga terlalu jauh dari yang biasa dikerjakan. Ambil ah!

Ku kerjakan dengan sepenuh hati, dari kira-kira jam 3 atau 4-an, sampai jam 1-2 siang. Selesai, puas, dan bahagia. Sebenarnya, output yang diminta cuma satu produk kok. Video pendek aja. Tapi, karena aku biasanya nulis dulu sebelum bikin video — kan perlu skrip ya — jadi, aku over-deliver 🤣 Jadinya malah bikin dua tulisan dalam bahasa Indonesia dan Inggris, bikin dua video juga dalam bahasa Indonesia dan Inggris 🤣🤣🤣
P
Pembaca

Lah?
Ga ngerasa rugi kah?

A
Adli

Kesannya rugi gitu ya?
Tapi gapapa, aku puas sama hasilnya 🤣

Iya, gitu. Meskipun kayaknya over-deliver, tapi aku pribadi jujur suka ngeliat hasilnya. Kek, "Wah? Bisa juga bikin beginian ya?". Dari segi layout dan format pun kayaknya rapi... Ditonton sendiri pun ngerasa suka dan seneng aja... So I'm happy! Mungkin karena dari hati ya, jadi seneng. Ehehehe.

Meragu

Ilustrasi The Moon (tarot card).
Gambar via Wikipedia.
Kredit: Pamela Colman Smith, lisensi Public domain.

Keesokannya, kabut keragu-raguan dan insekuritas tetiba datang. Pagi itu, karena stream sudah selesai dari jam 8-an, maka memutuskan untuk coba angsur-angsur rekam gameplay aja. Mengingat masih ada demo-demo dan gim-gim full yang belum di-cover. Namun, baru rekam satu video, tiba-tiba merasa insecure dan meragu.

"Buat apa ya rekam-rekam ini kalau ga ada yang liat ya?"

"Ada gunanya ga ya ngerjain ini dan itu?"

Entahlah kenapa ya tiba-tiba kepikiran gitu. Mungkin karena ngeliat postingan orang lain yang "lebih sukses" di media sosial? Entahlah ya. Tapi, di pagi-siang itu jadinya cuma rekam satu aja, dan ga lanjut sampai sore. Sebenarnya, sembari menunggu jadwal di sore. Sore, ada satu jadwal, karena aku ikutan creator club dari platform tertentu. Tapi sebenarnya dari awal ikutan kayak... Kurang sreg sebenarnya. Serasa kurang profesional, jadwal sering ganti-ganti, dan cuma denger ceramah doang. Jadi kurang kerasa serunya... Sore itu, seharusnya agendanya menarik, pake banget. Tapi... Ternyata cuma denger ceramah lagi, dari materi yang sebenarnya udah dikirim via email. Deadline yang awalnya juga udah dari dua minggu lalu, mundur jadi minggu ini, mundur lagi jadi akhir bulan ini.

😮‍💨

Sore itu, akhirnya memutuskan untuk "cukup". Kayaknya ke depan ga ikutan dan ga hadir lagi. Awalnya sih berpikir bahwa akan berguna, dan mungkin bisa berkembang lebih baik. Tapi semakin diikuti, rasanya semakin tidak sesuai ekspektasi. Aku, yang biasanya rehat dari jam satu hingga lima atau tujuh atau delapan malam, sengaja mengubah jadwal untuk kegiatan ini... Dan tidak mendapatkan ekspektasi yang sesuai... Sangat kecewa.

Jadilah sore itu beristirahat dengan kekecewaan yang menumpuk-numpuk dan mood yang somber sekali... Entahlah apakah keputusan ini akan merambat kemana ya ke depannya...

Approval!

Ilustrasi ace of pentacles.
Gambar via Wikimedia Commons.
Kredit: Pamela Colman Smith, lisensi Public domain.

Dini hari Jum'at, bangun dengan kabar baik! Projek yang dikerjakan di atas tadi, sebenarnya belum terdeteksi otomatis di sistemnya. Dibilang sih, kalau belum kedeteksi selama 48 jam, kabarin aja, nanti bisa dibantu cek. Sekira 24-30-an jam sejak ku posting, karena di-follow-up dan memang belum terdeteksi, jadi ku follow-up juga.

Ternyata, di-approve!

Ay! Senang sekali! Projek pertama dengan nilai yang lumayan, dan meskipun masih berhubungan dengan yang biasa dikerjakan, tapi formatnya sangat baru sekali. Mengerjakannya pun dengan hati. Jadi senang sekali 😃 Selain itu, ternyata di-approve juga untuk masuk ke program yang berbeda, dan muncul peluang-peluang baru 👀

Saat tulisan ini ditulis, sebenarnya belum diangsur sih. Masih menunggu jawaban dari beberapa pertanyaan, yang aku mau pastikan dulu jawabannya. Tapi setidaknya bulan depan, ada uang masuk yang bisa digunakan untuk bertahan hidup. Happy!

Closing

Ilustrasi Three of Wands.
Gambar via Wikipedia.
Kredit: Pamela Colman Smith, lisensi Public domain.

Seperti lagu pembuka di awal tadi... Mungkin, dengan memberi batasan karena tau diri... Aku pun memberanikan diri untuk "membuka pintu". Ya... Meskipun ga tau, pintu ini bakal kebuka ke mana, tapi mungkin lebih baik mencoba daripada tidak mencoba sama sekali?

Mungkin... Pintu yang baru kubuka ini ialah pintu yang tepat, menuju duniaku yang baru, menuju King of Pentacles yang kuidam-idamkan selama ini.